WA KULIA A1D1 08 068

WA KULIA A1D1 08 068

SELAMAT DATANG DI SITUS SAYA
TERIMA KASIH


Rabu, 14 Desember 2011

PARIWISATA SULTRA Kabupaten Muna Akan Gelar Festival Layang-layang Salah satu atraksi layang-layang yang akan difestivalkan di Kabupaten Muna, Sultra. (Ist) Selasa, 3 Juni 2008 Dalam rangka mempromosikan potensi kepariwisataan Sulawesi Tenggara (Sultra) ke mancanegara, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara akan menyelenggarakan sejumlah acara bersifat internasional. "Sekarang ini kami sudah mengagendakan sedikitnya dua acara kepariwisataan yang bersifat internasional. Melalui acara tersebut, kami juga akan memperkenalkan potensi-potensi wisata yang layak jual kepada investor asing. Mudah-mudahan, dengan cara itu, potensi kepariwisataan Sulawesi Tenggara perlahan bisa mengangkat derajat rakyatnya," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Tenggara, Drs H Ibrahim Marsela MM, ketika memaparkan potensi kepariwisataan daerahnya dalam acara dialog wisata dengan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik di arena Gebyar Wisata Nusantara yang berlangsung Kamis, 29 Mei lalu di Balai Kartini, Jakarta. Gebyar Wisata Nusantara yang berlangsung hingga 1 Juni itu menampilkan acara inti berupa pameran kepariwisataan dan pentas seni budaya dari Sabang hingga Merauke. Sultra sendiri dalam kegiatan itu menyertakan potensi wisata dari Kabupaten Kolaka, Muna, dan Wakatobi. Potensi wisata Kabupaten Wakatobi sudah lebih dulu dikenal oleh masyarakat pecinta selam dari seluruh dunia sebagai surganya penyelaman. Wakatobi memiliki sejumlah lokasi wisata bawah laut yang keindahan terumbu karangnya dilengkapi dengan spesies ikan yang jumlahnya mencapai 750 jenis. "Untuk lebih memopulerkan potensi wisata budaya di Wakatobi, daerah 'Kepulauan Tukang Besi' itu juga akan menampilkan seminar budaya lisan tingkat dunia akhir 2008 ini. Seminar budaya lisan itu akan diikuti sejumlah peserta dari berbagai negara. Nah, kesempatan itu akan kami manfaatkan untuk memperkenalkan potensi kepariwisataan Sultra, khususnya yang ada di Wakatobi," ujar Ibrahim. Sementara itu, mengenai rencana festival layang-layang tingkat dunia yang akan digelar di Kota Muna, ibu kota Kabupaten Raha, Ibrahim Marsela menyebutkan pelaksanaannya sekitar bulan Juli. Daerah Kabupaten Muna dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan festival itu, antara lain, karena sudah beberapa kali berhasil menjadi juara festival layang-layang tingkat dunia. "Kami berharap sekali, Pak Menbudpar bisa hadir sekaligus membuka dimulainya perlaksanaan festival layang-layang itu," kata Ibrahim Marsela. "Kehadiran Pak Menteri kami harapkan juga bisa menggugah para investor untuk tertarik mengelola potensi kepariwisataan Sultra yang memang menarik dijual," ujar Kadis Budpar yang belum lama mengakhiri jabatannya sebagai Wakil Wali Kota Bau-bau, Buton itu. Menurut catatan Suara Karya, Kabupaten Muna yang terkenal dengan kawasan hutan jatinya memiliki potensi kepariwisataan yang beragam. Selain memiliki objek penyelaman uang yang dilakukan sejumlah anak kecil di perairan dalam Pelabuhan Raha, juga ada atraksi adu kuda di Kecamatan Lawa, serta keindahan alam beberapa pantainya yang landai yang berbatasan langsung dengan daerah Kabupaten Buton dan Konawe Selatan. Bupati Muna, Ridwan Bae, ketika dikonfirmasi dalam kesempatan terpisah menegaskan, melalui festival layang-layang tingkat dunia, Muna tidak saja akan memasarkan potensi kepariwisataannya, tetapi juga akan mengajak para investor dari dalam dan luar negeri untuk bekerja sama dengan pemda memberdayakan potensi hasil pertanian, perikanan, pertambangan, dan lain-lainnya. (Ami Herman)